Jumat, 10 Februari 2012

MAKALAH AGAMA


Januari 16, 2009 — Dadan Wahidin
1.
Pengertian Pendidikan
Kata pendidikan menurut etimologi berasal darikata dasar didik.Apabila diberi awalan me,menjadi mendidik makaakan membentuk kata kerja yang berarti memelihara dan memberi latihan(ajaran). Sedangkan bila berbentuk kata benda akan menjadi pendidikanyang memiliki arti proses perubahan sikap dan tingkah laku seseorangatau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upayapengajaran dan latihan.
1
Istilah pendidikan dalam konteks Islam telahbanyak dikenal dengan menggunakan term yang beragam, sepertiat-Tarbiyah, at-Ta’lim dan at-Ta’dib. Setiap term tersebutmempunyai makna dan pemahaman yang berbeda, walaupun dalam hal-haltertentu, kata-kata tersebut mempunyai kesamaan pengertian.
2
Pemakaian ketiga istilah tersebut, apalagi pengakajiannya dirujukberdasarkan sumber pokok ajaran Islam (al-Qur’an dan al-Sunnah).Selain akan memberikan pemahaman yang luas tentang pengertianpendidikan Islam secara substansial, pengkajian melalui al-Qur’andan al-Sunnahpun akan memberi makna filosofis tentang bagaimanasebenarnya hakikat dari pendidikan Islam tersebut?
Dalam al-Qur’an Allah memberikan sedikitgambaran bahwa at-Tarbiyah mempunyai arti mengasuh,menanggung, memberi makan, mengembangkan, memelihara, membuat,membesarkan dan menjinakkan. Hanya saja dalam konteks al-Isra maknaat-Tarbiyah sedikit lebih luas mencakup aspek jasmani dan rohani,sedangkan dalam surat asy-Syura hanya menyangkut aspek jasmani saja.
2.
Pengertian Keluarga
keluarga dalam bahasa Arab adalahal-Usrohyang berasal dari kata al-asruyang secara etimologis mampunyai arti ikatan
Kata keluarga dapat diambil kefahaman sebagaiunit sosial terkecil dalam masyarakat, atau suatu organisasibio-psiko-sosio-spiritual dimana anggota keluarga terkait dalam suatuikatan khusus untuk hidup bersama dalam ikatan perkawinan dan bukanikatan yang sifatnya statis dan membelenggu dengan saling menjagakeharmonisan hubungan satu dengan yang lain atau hubungansilaturrahim. Sementara satu . Al- Razi mengatakanal-asru maknanya mengikat dengan tali, kemudian meluas menjadi segalasesuatu yang diikat baik dengan tali atau yang lain.
Dari beberapa pengertian di atas dapatdisimpulkan bahwa pengertian pendidikan keluarga adalah prosestransformasi prilaku dan sikap di dalam kelompok atau unit sosialterkecil dalam masyarakat. Sebab keluarga merupakan lingkungan budayayang pertama dan utama dalam menanamkan norma dan mengembangkanberbagai kebiasaan dan prilaku yang penting bagi kehidupan pribadi,keluarga dan masyarakat.
BAB I
DEFINISI PENDIDIKAN
1.1.Definisi Pendidikan Secara Umum
Definisi pendidikan menurut para ahli, diantaranya adalah :
Ø Menurut Juhn Dewey, pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk untuk menghasilkan kesinambungan social. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup.
(A. Yunus, 1999 : 7)
Ø Menurut H. Horne, pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.
(A. Yunus, 1999 : 7)
Ø Menurut Frederick J. Mc Donald, pendidkan adalah suatu proses atau kegiatan yang diarahkan untuk merubah tabiat (behavior) manusia. Yang dimaksud dengan behavior adalah setiap tanggapan atau perbuatan seseorang, sesuatu yang dilakukan oleh sesorang.


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………. 1
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………. 2
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………….. 3
A. Latar Belakang………………………………………………………………………… 3
B. Rumusan Masalah ……………………………………………………………………. 4
C. Tujuan Penulisan Makalah………………………………………………………….. 5
D. Sistematika Penulisan………………………………………………………………… 5
BAB II TEORITIS……………………………………………………………………………….. 7
A. Pengertian Dan Macam-Macam Kepemimpinan…………………………….. 7
B. Persamaan Dan Perbedaan Kepemimpinan………………………………….. 11
1. Kepemimpinan Dalam Perspektif Islam……………………………… 11
2. Kepemimpinan Dalam Perspektif Orientalis Barat………………… 13
C. Kepemimpinan Rosulullah …………………………………………………….. 14
D. Kepemimpinan Setelah Rasulullah SAW……………………………………….. 15
BAB III PEMBAHASAN …………………………………………………………………….. 19
A. Ayat Tentang Kepemimpinan …………………………………………………… 19
B. Hadist Tentang Pemimpin Dan Kepemimpinan……………………………….. 24
C. Periodesasi Kepemimpinan Menurut Rasulullah SAW……………………… 25
D. Persyaratan Pemimpin Dalam Islam……………………………………………… 27
E. Istilah Kontemporer Tentang Kepemimpinan ………………………………… 30
F. Pemecahan Masalah ……………………………………………………………….. 30
BAB IV KESIMPULAN………………………………………………………………………… 32
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………….. 33


SHALAT SEBAGAI CIRI ORANG BERIMAN

A. Latar Belakang

Rasulullah pernah bersabda: “Shalat itu adalah tiangnya agama, barang siapa yang mendirikannya maka berarti ia telah mendirikan agama, dan barang siapa meninggalkannya berarti ia telah meruntuhkan agama” (Al-Hadits). Bahkan hal ini dipertegas oleh firman Allah SWT.:
حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوتِ وَالصَّلوةِ الْوُسْطَ وَقُوْمُوْا لِلَّهِ قَنِتِيْنَ.
Artinya: “Jagalah (peliharah) segala shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (Al-Baqarah [2]: 238).
Dengan hujjah di atas, dapat kita pahami bahwa begitu pentingnya melaksanakan dan memelihara shalat (shalat fardhu). Karena melaksanakan shalat merupakan salah satu ciri bagi orang yang mengaku beriman kepada Allah SWT., dan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Hal ini telah nyata dalam Firman-Nya:

وَاَقِمِ الصَّلَاةَ لِلذِّكْرِيْ

Artinya: “Dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku” (Thaha [20]: 14)


DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR………………………………………………………………. 1
DAFTAR ISI…………………………………………………………………….….. 2
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………….…… 3
A. Latar Belakang……………………………………………………………. 3
B. Rumusan Masalah…………………………………………………….…… 3
C. Tujuan Penulisan Makalah………………………………………………… 4
D. Sistematika Penulisan…………………………………………………….. 4
BAB II ISI………………………………………………………………………….… 5
A. Hidup sederhana salah satu ajaran Islam…………………………………. 7
B. Kehidupan Rasulullah…………………………………………………….. 8
C. Makan dan minum 2/3 perut…………………………………………….… 9
D. Memanjakan nafsu perut dicela oleh Islam………………………………. 10
BAB III KESIMPULAN……………………………………………………………. 11
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………… 12

KEDUDUKAN PEREMPUAN DI DALAM KEHIDUPAN PADA UMUMNYA & DI DALAM ISLAM

BAB II
KEDUDUKAN PEREMPUAN DI DALAM KEHIDUPAN
PADA UMUMNYA & DI DALAM ISLAM
A.    Kedudukan Perempuan Sebelum Islam
Pada jaman dahulu sebelum Islam dikenal keseluruh pelosok bumi, perempuan begitu tidak berharga dan sangat tidak sesuai dengan kepribadian Islam. Sejarah mencatat dan memberi informasi kepada kita, jaman dahulu di Yunani wanita dianggap sebagai penyebab segala penderitaan dan musibah, ketika tamu datang isteri diperlakukan sebagai budak atau pelayan, wanita juga diberi kebebasan untuk melacur atau berzina. Romawi memiliki selogan kepada wanita ”ikat mereka dan jangan dilepas” suami dapat mengatur isteri secara penuh dan berhak membunuhnya tanpa gugatan hukum, juga boleh mempertontonkan wanita dalam kontes yang disebut Fakuaro. Di Persia lelaki memiliki kebebasan mutlak terhadap wanita, wanita juga boleh disembelih, apabila wanita haid diungsikan keluar kota. India lebih kejam lagi yaitu wanita tidak punya hak hidup setelah suaminya mati, sehingga dia juga harus mati dan dibakar bersama mayat suaminya. Baca entri selengkapnya »

Share this:

MAKALAH AGAMA ISLAM TENTANG PENDIDIKAN AGAMA DI LINGKUNGAN KELUARGA 2

PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN KELUARGA
A. Pendahuluan
Surat Luqman yang jumlahnya 34 ayat termasuk golongan surat makiyyah, diturunkan setelah surat Ash Shaffaat disebut surat “Luqman” dikarenakan dalam ayat ke 12 disebutkan bahwa Luqman sudah diberi oleh nikmat dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu beliau syukur kepada Allah terhadap apa yang telah dianugerahkannya. Selanjutnya pada ayat ke 13 sampai ayat 19 ada nasihat Luqman pada anaknya hal ini merupakan isyarat dari Allah agar setiap orang tua, ibu bapak melaksanakan nasihat kepada anak-anaknya seperti yang dilakukan oleh Luqman dan hal ini merupakan pelaksanaan pendidikan dalam lingkungan keluarga karena pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan yang utama. Baca entri selengkapnya »

Share this:

MAKALAH AGAMA ISLAM TENTANG PENDIDIKAN AGAMA DI LINGKUNGAN KELUARGA

MUQODIMAH
Pada kesempatan ini penulis mencoba membahas tentang pendidikan agama di lingkungan keluarga dengan mengacu dan berorientasi kepada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Luqman ayat 12 s/d 19.
Nasihat Luqman kepada anak-anaknya:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar